Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan penyesuaian-penyesuaian yang dipercepat dan reorganisasi terhadap struktur ekonomi dunia, perkembangan industri-industri baru yg cepat, dan peningkatan yang jelas dalam kecepatan globalisasi ekonomi yang akan membawakan peluang-peluang baru untuk perkembangan ekonomi sekaligus tantangan serius yang tak terhindarkan bagi seluruh negara. Setiap negara menerapkan kebijakan pemerintahnya masing-masing guna mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Setiap negara ingin mempunyai tingkat ekonomi yang terbaik guna menguasai perekonomian dunia sehingga bisa mempengaruhi negara-negara lainnya. Dari sekian banyak negara, ada satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat yaitu China. Sekarang China menempati peingkat kedua sebagai negara dengan perekonomian tertinggi di dunia. Ada kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan China bisa mengalahkan Amerika Serikat yang saat ini menduduki peringkat pertama negara dengan perekonomian tertinggi di dunia. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah China. Ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah China antara lain :
1. Kebijakan Pintu Terbuka
Pada tahun 1979, Pemerintah China mengumumkan kebijakan pintu terbuka. Pemerintah China membuat Undang-undang (Chinese-Foreign Equity Joint Venture Law) yang berkaitan dengan investas asing. Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut, investasi asing bisa masuk ke China sehingga pertumbuhan ekonomi China berkembang dengan pesat. (Sumber : Buku China's Century karya Laurence J Brahm hal 605-606)
2. Kebijakan Yige Quebao, Sange Daowei, Wuxiang Gaige
Kebijakan ini sering disebut Kebijakan " Satu Jaminan, Tiga Prestasi, Lima Pokok Reformasi". Kebijakan ini dikeluarkan oleh perdana menteri Zhu Rongji pada tahun 1998.
" Satu Jaminan " ini sesungguhnya terdiri dari 3 unsur kunci yaitu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi yang rendah, dan menjaga kestabilan nilai mata uang Yuan/Renminbi.
" Tiga Prestasi " mewakili kerangka kerja dari sebuah program reformasi yang ambisius serta jauh jangkauannya. Prestasi pertama mencakup upaya mengubah status usaha milik negara yang berskala besar dan menengah dari rugi menjadi untung. Prestasi kedua melibatkan perbaikan besar-besaran terhadap sistem perbankan dan keuangan China. Prestasi ketiga mencakup perampingan birokrasi pemerintah China.
" Lima Pokok Reformasi " melibatkan peraturan mengenai pendistribusian pangan, peningkatan modal, perumahan, perawatan medis/pemeliharaan kesehatan, dan perbaikan besar-besaran terhadap sistem keuangan dan perpajakan China. (Sumber : Buku China's Century karya Laurence J Brahm hal 607-613)
3. Kebijakan Fiskal
Setiap pemimpin China pasti mengeluarkan kebijakan Fiskal masing-masing untuk mendukung perkembangan ekonomi. Misalnya :
Pada tahun 2012, Kementerian Keuangan China melaksanakan kebijakan Fiskal Proaktif untuk menjamin dan memperbaiki kesejahteraan rakyat dan mendorong perkembangan ekonomi secara mantap dan relatif cepat. Kebijakan Fiskal tersebut antara lain pengurangan pajak struktural untuk mengurangi beban badan usaha dan penduduk, peningkatan pendapatan penduduk kota dan desa untuk meningkatkan konsumsi penduduk, pengoptimalan struktur belanja fiskal untuk menjamin dan memperbaiki kesejahteraan rakyat, mendorong restrukturisasi ekonomi dan perkembangan regional yang seimbang.
Saat ini, Pemerintah China mengeluarkan kebijakan Fiskal Ekspansif yang bertujuan untuk meyakinkan para investor bahwa pemerintah China mengawasi hutang-hutangnya. Ekonomi China terpengaruh oleh pemulihan ekonomi global yang lemah dan kendala domestik yang dihadapi termasuk kebutuhan untuk mengurangi tingkat hutang secara bertahap.
Sumber :
http://indonesian.cri.cn/201/2012/03/07/1s125870.htm
http://www.reuters.com/article/2015/03/06/us-china-parliament-finmin-idUSKBN0M207020150306
4. Kebijakan Moneter
Baru-baru ini The People's Bank of China (Bank Sentral China) membuat kebijakan memangkas suku bunga acuan untuk pinjaman sebesar 25 basis poin. Sejak November 2014 sampai saat ini, Bank Sentral China telah melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 3 kali. Penurunan suku bunga acuan untuk pinjaman bisa meredakan angka kredit bermasalah sekaligus bisa mendorong peningkatan ekonomi.
Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/2229577/china-kembali-pangkas-suku-bunga
MASALAH POKOK PEREKONOMIAN CHINA
Meskipun pertumbuhan ekonomi China berkembang pesat bukan berarti tidak ada masalah-masalah yang dihadapi. Banyak permasalahan yang dihadapi China antara lain :
1. Korupsi
Prestasi perkembangan ekonomi dan sosial China juga menimbulkan kasus korupsi yang merajalela. Korupsi telah menghancurkan lingkungan investasi China dan juga menghambat pertumbuhan perekonomian. Untuk mengatasi masalah korupsi tersebut, Pemerintah China memberlakukan hukuman yang sangat berat. Banyak para pejabat pemerintahan yang dihukum mati karena terlibat korupsi. Selain itu, tindakan audit serta pengawasan yang diintensifkan telah menjadi salah satu langkah anti korupsi yang paling efektif. (Sumber : Buku China's Century karya Laurence J Brahm hal 73-97)
2. Pengangguran
Pemerintah China berhasil menurunkan tingkat pengangguran di negaranya. Data dari Kementerian Tenaga Kerja China melaporkan tingkat pengangguran turun ke level 4,05% pada akhir Maret 2015 lalu. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 4,1%. Mengatasi pengangguran merupakan kebijakan prioritas pemerintah China. Setidaknya 10 juta lapangan kerja baru dibuka pada 2015 ini dan menjaga tingkat pengangguran perkotaan di bawah 4,5%.
Sumber :
http://video.sindonews.com/play/16914/angka-pengangguran-di-china-menurun
3. Inflasi
Tingkat Inflasi China sebesar 1,5 % pada bulan April 2015 kemarin. Angka ini naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini meleset dari ekspektasi pasar dan memunculkan kekhawatiran tentang tekanan deflasi yang menyebabkan lebih banyak pelonggaran kebijakan. Tingkat Inflasi ini didorong oleh harga pangan yang melambung tinggi.
Sumber :
http://finansial.bisnis.com/read/20150509/9/431622/ekonomi-china-tingkat-inflasi-naik-estimasi-meleset
INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL
China secara tradisional dikenal sebagai negara tertutup. Tetapi, situasinya sangat berbeda sekarang ini. Tahun lalu, China mampu menyerap investasi asing sebesar US$ 128 miliar. Pemerintah China berharap investor asing bisa meningkatkan investasinya dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemerintah China. China kini lebih terbuka terhadap investasi asing. Pemerintah China akan semakin mempermudah regulasi untuk mendorong masuknya investasi asing, termasuk memberikan kemudahan layanan investasi. Konsumsi domestik yang terus meningkat tentunya merupakan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan layanan dengan kualitas produk yang baik. Peluang investasi yang masih terbuka lebar antara lain berada di sektor infrastruktur, teknologi baru dan industri. Namun saat ini daya tarik China di mata investor asing semakin meredup. Hal ini tak lepas dari pengaruh perlambatan pertumbuhan ekonomi di negeri tirai bambu tersebut. Akibatnya banyak para investor yang mengalihkan investasinya ke negara lain.
Sumber :
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/03/16/087650459/Cina-Mulai-Dijauhi-Investor-Asing

Tidak ada komentar:
Posting Komentar