Minggu, 28 Desember 2014

Manajemen Keuangan Perusahaan

Secara normatif, tujuan suatu perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan  para pemiliknya, atau dapat pula dikatakan memaksimumkan harga pasar sahamnya apabila perusahaan tersebut berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Harga saham biasanya ditentukan di pasar modal, dimana para investor individual membeli dan menjual surat-surat berharga. Sesuai tujuan perusahaan di atas, maka perlu diambil beberapa keputusan keuangan (financial decisions). Aktifitas yang dilakukan perusahaan pada umumnya berhubungan dengan penentuan keputusan investasi jangka panjang, perolehan dana untuk pembiayaan investasi tersebut, serta pelaksanaan kegiatan operasional keuangan perusahaan. Oleh karena itu keputusan-keputusan keuangan ini  adalah relevan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang pada akhirnya akan memaksimumkan keuntungan para pemegang saham. Nilai perusahaan itu akan tercermin pada nilai pasar saham dan obligasi yang beredar. Oleh karena itu, yang relevan terhadap nilai-nilai perusahaan adalah :
  1. keputusan-keputusan investasi
  2. keputusan-keputusan pembelanjaan
  3. keputusan deviden
Melalui suatu investasi, kita mengeluarkan sejumlah uang yang diharapkan mampu menghasilkan arus kas masuk pada waktu-waktu mendatang. Karena penggunaan dana itu merupakan arus kas keluar, maka keputusan investasi itu akan menetapkan apakah arus kas masuk bersih yang diperoleh perusahaan melalui kriteria-kriteria tertentu, menguntungkan atau tidak. Untuk meningkatkan nilai perusahaan, maka perusahaan harus selalu memiliki cukup dana untuk membiayai aktifitas perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa. Pada saat yang sama, segala kelebihan dana harus segera diinvestasikan untuk menghasilkan lebih banyak uang untuk perusahaan. Kemampuan mengelola arus kas ini harus direncanakan dengan matang untuk menghindari uang tunai yang tidak produktif atau kekurangan uang yang mungkin terjadi.

Selanjutnya atas dasar keputusan investasi dan keputusan pembelanjaan yang tepat, diharapkan perusahaan mampu menghasilkan laba bersih tertinggi. Laba bersih ini tentu saja merupakan laba yang sepenuhnya diperuntukan bagi pemilik modal sendiri. Persoalan yang muncul lagi adalah menyangkut pembagian laba bersih. Berapa persen dari laba bersih ini yg diinvestasikan kembali, dan berapa persen yang dibagikan kepada para pemegang saham sebagai deviden.

Setiap perusahaan harus bisa menganalisa semua aspek yang berhubungan dengan proyek atau usaha yang akan dijalankan. Analisis yg diperlukan perusahaan antara lain Analisis Risiko, Analisis Ketidakpastian, Analisis Kepekaan.

Analisis Risiko

Analisis ini dapat memperbaiki penilaian mengenai kebaikan relatif usaha / proyek alternatif, dan sama sekali tidak mengurangi risiko. Ada 2 hal yang penting pada aspek risiko yaitu risiko bisnis dan risiko keuangan.
Risiko bisnis timbul sebagai akibat dari ketidakpastian realisasi keuntungan yang diharapkan perusahaan. Ketidakpastian ini timbul sebagai akibat dari kemungkinan perubahan harga produk dan faktor-faktor produksi, perubahan selera konsumen, perubahan metode produksi, dan reaksi pesaing. Dengan kata lain, risiko bisnis timbul dari kondisi bisnis umumnya, dan juga karena kondisi khusus tentang permintaan dan penawaran harga di pasar. Sedangkan Risiko Keuangan timbul sebagai akibat penggunaan hutang bagi pembiayaan operasi perusahaan. Adanya penambahan hutang maka akan mengurangi pendapatan bersih bagi pemilik modal itu sendiri.

Analisis Ketidakpastian

Menjalankan suatu usaha banyak mengandung ketidakpastian. Hal ini terjadi karena dalam analisa sebuah bisnis banyak diperlukan ramalan atau perkiraan. Ada 2 cara metode dasar untuk menyatakan ketidakpastian dalam suatu bisnis, yaitu
a. Dalam metode sederhana diberikan beberapa nilai terhadap beberapa faktor yg penting dan dihitung the rate of return-nya untuk nilai-nilai yang berbeda tersebut. Misalnya : jika biaya valuta asing suatu bisnis tinggi, dan nilai tukar bayangan valuta asing tidak diketahui dengan pasti maka ada gunanya untuk menghitung the rate of return pada nilai tukar bayangan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Dengan demikian dapat diperoleh suatu deretan jawaban dan diketahui kepekaan hasil perhitungan terhadap perubahan-perubahan dalam nilai tukar bayangan yang diasumsi.

b. Metode yg didasarkan pada analisis profitabilitas berbagi ramalan dan hasil akhirnya akan menyatakan probabilitas untuk mencapai the rate of return tertentu.

Analisis Kepekaan

Analisis untuk membantu menemukan unsur yg sangat menentukan hasil usaha. Analisis ini dapat membantu mengarahkan perhatian orang pada variabel-variabel penting untuk memperbaiki perkiraan. Analisis kepekaan juga dapat membantu pengelola bisnis dengan menunjukkan bagian-bagian yg peka yg membutuhkan pengawasan yg lebih ketat guna menjamin hasil yg diharapkan akan menguntungkan perekonomian. Beberapa cara yg dapat dilakukan dalam analisis kepekaan sebagaimana berikut.
  • Mengubah besarnya variabel-variabel penting, masing-masing terpisah atau beberapa dalam kombinasi dengan suatu persentase dan menentuka berapa pekanya hasil perhitungan terhadap perubahan tersebut.
  • Menentukan dengan berapa sesuatu variabel harus berubah untuk sampai ke hasil perhitungan yg membuat proyek tidak dapat diterima.

Kamis, 27 November 2014

Peranan Bank dalam Dunia Usaha



   Saat ini, Bank dan lembaga keuangan mempunyai peranan penting dalam perkenomian sebuah negara. Masyarakat maupun kalangan industri/usaha sangat membutuhkan jasa Bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mendukung dan memperlancar bisnisnya.

PENGERTIAN...

Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatannya di bidang keuangan, menarik dana dari masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat.
Lembaga Keuangan dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Bank yaitu Badan Usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  2. Lembaga Keuangan bukan Bank yaitu Badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun serta memberikan pinjaman jangka menengah dan jangka panjang. Misalnya : Pegadaian, Koperasi simpan pinjam, Perusahaan Asuransi
BANK...

Jika dilihat dari kondisi masyarakat sekarang, jarang sekali orang yang tidak mengenal dan tidak berhubungan dengan Bank. Kegiatan perbankan terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat. Mulai dari tempat penukaran uang, menyimpan uang, meminjam uang, dan pelayanan jasa keuangan lainnya.

Dalam arti luas Fungsi Perbankan adalah alat pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi moneter dan keuangan.
Dalam arti sempit Fungsi pokok perbankan adalah alat penarik Uang Kartal dan Uang Giral dari masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat.

Menurut Fungsinya Bank dibedakan menjadi 6 yaitu :

1. Bank Sentral yaitu Lembaga Negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalankan fungsi sebagai lender of the last resort.
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia
2. Bank Umum yaitu Bank yang kegiatannya mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk giro dan deposito serta usaha utamanya memberikan kredit jangka pendek.
3. Bank Tabungan yaitu Bank yang hanya dapat menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan membungakan dananya dalam surat-surat berharga.
4. Bank Pembangunan yaitu Bank yang kegiatannya menerima simpanan dalam bentuk deposito dan/atau menerbitkan surat berharga jangka menengah dan panjang dalam bidang pembangunan.
5. Bank Perkreditan Rakyat yaitu Bank yang usahanya meliputi menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka dan tabungan serta memberikan kredit pinjaman dengan sistem bagi hasil, membungakan dananya dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito
6. Bank Campuran yaitu Bank yang didirikan oleh satu atau lebih bank dalam negeri dengan satu atau lebih bank asing.

Menurut Kepemilikannya Bank dibagi menjadi 4 yaitu:

1. Bank Umum Milik Negara/Pemerintah
Contohnya : BNI 46, Bank Mandiri, Bank BRI
2. Bank Umum Swasta
Contoh : LIPPO, BII
3. Bank Pembangunan Daerah (didirikan oleh pemerintah Provinsi)
Contoh BPD Jateng, Bank DKI, Bank Jabar
4. Bank Asing
Contoh : City Bank, Standard Chartered Bank

PERANAN...

Dalam hubungan luar negeri, Bank berperan sebagai jembatan dengan dunia internasional dalam lalu lintas devisa, moneter, dan perdagangan ekspor impor, pariwisata dan transfer uang.

Di dalam Negeri, Bank berperan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bentuk penyediaan dan pengelolaan uang, antara lain administrasi, keuangan, penggunaan uang, perdagangan dan pertukaran, perkreditan, kiriman uang dan lain sebagainya.

Di dalam dunia usaha, Bank berperan memberikan kredit untuk modal usaha demi kelancaran usahanya dan mempermudah transaksi-transaksi keuangan dalam perusahaan.


Sumber : Buku Pengantar Bisnis (M. Fuad)

Rabu, 26 November 2014

Membentuk Wiraswastawan yang Handal


Pertumbuhan ekonomi merupakan satu diantara satu isu-isu penting dalam pembangunan ekonomi, terutama untuk negara-negara berkembang, dimana belum tercapai secara optimal penggunaan SDA dan SDM serta masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. Namun SDA yang kaya dan SDM yang banyak jumlahnya, bukan jaminan untuk berhasilnya suatu pembangunan ekonomi. Peranan masyarakat, pemerintah, kegiatan-kegiatan ekonomi seperti investasi dan ekspor sangat menentukan dalam peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Dengan laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat maka akan berimbas pada meningkatnya laju pertambahan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Akibatnya jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak bisa menampung jumlah tenaga kerja yang tersedia. Penciptaan lapangan kerja sendiri nampaknya suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi. Dalam hal inilah wiraswasta merupakan alternatif penyelesaian. Di negara berkembang, kewiraswastaan bahkan merupakan tiang penyangga dunia usaha dan industri.

Untuk itu pemerintah perlu merancang program yang mendorong dunia usaha agar dapat berkembang. Pemerintah dapat mendorong tumbuhnya entrepreneur melalui kebijakan mikro dan budaya.
Kebijakan Mikro yaitu melalui pemberian bantuan kepada usaha perseorangan. Misalnya, jika ada pengusaha yang kekurangan modal maka pemerintah bisa membantu dengan cara memberikan kredit yang telah disubsidi. Diharapkan dengan subsidi tersebut pengusaha kecil akan mempuyai margin yang cukup besar untuk pengembangan usaha lebih lanjut.
Selain itu pemerintah juga dapat mendorong entrepreneurship melalui pengembangan budaya usaha. Kegiatan mengubah orientasi budaya tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Biasanya budaya usaha diperkenalkan sedini mungkin kepada anak-anak dengan harapan ketika besar mereka tidak ragu lagi menggeluti dunia bisnis.

Apa perbedaan Kewiraswastaan, Wiraswasta, dan Wiraswastawan...????

Kewiraswastaan (entrepreurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.

Wiraswasta adalah bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (Wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternatif penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu sendiri.

Wiraswastawan adalah orang/pribadi yang melakukan aktifitas usaha/wiraswasta dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya.

Pada umumnya orang yang tidak berani mengambil resiko akan menghindari kesempatan berwiraswasta. Karena dengan bekerja kepada orang lain, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih ringan atas kerugian perusahaan, memiliki jam kerja yang teratur, dan seringkali memperoleh penghasilan tambahan.

Wiraswastawan yang handal harus bisa memahami beberapa komponen di bawah ini,:
  • Siapa yang dilayani (who it serves) artinya setiap wiraswastawan harus tahu calon konsumen dari usahanya tersebut.
  • Apa yang ditawarkan (what it provides) artinya setiap wiraswastawan harus bisa memberikan atau menciptakan produk yang bisa menarik konsumen.
  • Bagaimana cara menghasilkan produk
  • Bagaimana cara menghasilkan uang atau laba
  • Bagaimana cara menghadapi para pesaingnya

Selain memahami beberapa komponen di atas, para wiraswastawan diharapkan memiliki kemampuan untuk :
  1. Berdiri di atas kekuatan sendiri
  2. Berani mengambil keputusan
  3. Berani mengambil risiko
  4. Menggerakkan orang lain dengan berbagai keahlian untuk membantunya mencapai tujuan usaha.
  5. Memiliki semangat bersaing yang kuat
  6. Memiliki rasa percaya diri dan yakin atas kemampuan sendiri
  7. Menguasai berbagai pengetahuan
  8. dan lain sebagainya


Sumber : Buku Pengantar Bisnis (M. Fuad) dan buku Business Model Canvas (Tim PPM Management)

Selasa, 25 November 2014

Peranan Nilai Waktu dan Nilai Kurs Uang dalam Bisnis


     Uang merupakan temuan manusia yang paling menakjubkan dan telah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Artinya, uang memiliki sejarah yang sangat panjang dan telah mengalami perubahan yang sangat besar sejak dikenal manusia hingga sekarang. Sebelum sistem pembayaran menggunakan uang, manusia menggunakan sistem barter. Akan tetapi berhubung sistem barter mengandung sejumlah kelemahan, maka manusia sejak berabad-abad yang lalu berusaha mencari atau menggunakan benda yang digunakan sebagai alat transaksi yang dinamakan uang.



Uang didefinisikan sesuatu (benda) yang diterima secara umum sebagai alat tukar dalam transaksi barang dan jasa.
Dari definisi tersebut, ada 2 unsur penting yang perlu diperhatikan, yaitu sesuatu benda dan diterima secara umum. Dengan begitu dapat dipahami bahwa uang sangat berguna untuk memperlancar transaksi dalam perekonomian.

Fungsi uang dibedakan menjadi 2 yaitu fungsi asli atau utama dan fungsi turunan.
Fungsi asli atau utama uang ada tiga yaitu
  1. Sebagai alat Tukar artinya setiap orang membutuhkan uang, karena dengan uang transaksi barang dan jasa akan menjadi lancar. Dengan menggunakan uang, maka masyarakat terhindar dari sistem barter atau pertukaran secara langsung. Sistem barter merupakan transaksi yang membutuhkan biaya besar dan sangat rumit.
  2. Sebagai Satuan Hitung artinya uang dapat digunakan untuk menghitung nilai atau harga berbagai macam barang dan jsa yang ditrnsaksikan dan menunjukkan besarnya kekayaan serta untuk mengkalkulasi besar kecilnya kredit seseorang atau suatu unit usaha (bisnis).
  3. Sebagai Penyimpan Nilai artinya melalui fungsi uang sebagai penyimpan nilai, maka seseorang (pengusaha) dapat mengalihkan daya belinya dari masa kini ke masa mendatang.
Dengan ketiga fungsi utama tersebut membuat perekonomian menjadi lebih efisien.
Fungsi uang lainnya disebut fungsi turunan. Meliputi uang sebagai standar pembayaran yang ditunda, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun kekayaan, dan sebagainya.

Uang merupakan inovasi besar dalam peradaban manusia dan posisi uang sangat strategis dalam suatu sistem ekonomi serta sulit digantikan variabel lainnya. Perkembangan atau perubahan jumlah uang beredar mempengaruhi perekonomian karena dengan meningkatnya julah uang beredar dapat meningkatkan permintaan barang dan jasa yang pada akhirnya akan memberikan tekana terhadap kenaikan harga-harga (inflasi). Oleh karena itu, pengendalian jumlah uang beredar mempunyai arti penting bagi perekonomian.

Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang (time value of money) telah mendapat tempat yang demikian penting. Banyak proses pengambilan keputusan, baik di tingkat perseorangan maupun di tingkat perusahaan yang terkait dengan aspek keuangan, harus menerapkan konsep nilai waktu dari uang untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
Konsep nilai waktu dari uang menyiratkan terjadinya perbedaan nilai uang yg disebabkan oleh adanya perbedaan waktu. Perbedaan disini karena adanya konsep opportunity cost (biaya kesempatan). Satu rupiah yang kita terima saat ini dapat kita investasikan untuk memperoleh bunga sehingga nilai uang satu rupiah milik kita saat ini akan bernilai lebih dari satu rupiah pada satu tahun yang akan datang.
Dalam bisnis, nilai waktu harus diperhitungkan dengan cermat agar kita mengetahui apakah investasi yang telah kita lakukan mendapat keuntungan atau tidak. Dengan demikian investor dapat dapat menganalisa apakah bisnis tersebut menguntungkan apa tidak karena para investor lebih menyukai bisnis yang memberikan keuntungan melebihi bunga deposito bank.

Selain Nilai Waktu, Nilai Kurs mata uang juga sangat berpengaruh terhadap bisnis. Nilai kurs memainkan peranan penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan terutama bisnis ekspor impor. Apabila nilai kurs rupiah terhadap nilai mata uang asing melemah maka harga ekspornya lebih murah tetapi harga impornya lebih mahal. Begitupun sebaliknya apabila nilai kurs rupiah menguat maka harga ekspornya lebih mahal dan impornya lebih murah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kurs yaitu,:
  • Tingkat Inflasi
  • Aktifitas neraca Pembayaran
  • Perbedaan Suku Bunga di berbagai Negara
  • Tingkat Pendapatan Relatif
  • Kontrol Pemerintah atau Kebijakan Pemerintah
  • Ekspektasi 




Sumber : buku Ekonomi Moneter (M.Natsir) dan buku Pengantar Bisnis (M.Fuad)

Minggu, 23 November 2014

Fungsi Pemasaran dalam Perkembangan Bisnis


     Pada dasarnya bisnis itu sangat sederhana. Perusahaan perlu menghasilkan suatu manfaat yang orang-orang inginkan untuk dibeli. Hal itu berarti pelanggan melihat perusahaan sebagai penyedia sekumpulan manfaat yang berharga. Suatu bisnis dapat berkembang karena didukung oleh berbagai komponen yang berkaitan satu sama lain. Mulai dari permodalan, Sumber Daya Manusia, bahan baku, dan sebagainya. Namun yang perlu kita ingat bahwa suatu kegiatan bisnis tidak akan terlepas dari pemasaran. Sehingga pada prinsipnya bisnis dapat terbentuk, berkembang, bertahan itu tidak terlepas dari peran dari pemasaran. Pemasaran dapat didefinisikan sebagai proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.Pemasaran mempunyai tujuan sebagai berikut :
  • Para Konsumen mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan sanggup menyediakan semua permintaan mereka atas produk tersebut.
  • Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
     Ketika perusahaan menyesuaikan dengan konsep pemasaran, perusahaan tersebut mengembangkan suatu orientasi pemasaran yang menampilkan beberapa aspek penting berikut ini :
  1. Jadilah perusahaan yang berorientasi pada pelanggan. Hal ini berarti keputusan perusahaan dibuat dengan kesadaran penuh dari efek yang terjadi pada konsumen
  2. Menitikberatkan pada profitabilitas jangka panjang daripada profit jangka pendek atau volume penjualan.
  3. Mengadopsi sudut pandang antar fungsi yang berarti pemasaran diintegrasikan di semua fungsi bisnis.
     Berdasarkan konsep pemasaran, pelanggan ada di tengah-tengah operasi, titik pusat dari bisnis yang bergerak untuk mendapatkan kepentingan yang seimbang dari semua yang dilibatkan. Pemasar seringkali berbicara mengenai cara mendapatkan pelanggan, tetapi mempertahankan pelanggan adalah sesuatu yang sama pentingnya. Pelanggan yang puas akan kembali lagi ke perusahaan yang telah memperlakukan mereka dengan sangat baik jika mereka akan melakukan pembelian produk/jasa yang sama di masa depan. Perusahaan harus mencermati tingkat pelanggan yang lari dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikannya. Perusahaan harus menetapkan dan mengukur tingkat pelanggan yang masih bertahan dan kemudian perusahaan harus meneliti penyebab larinya pelanggan tersebut sehingga bisa ditemukan solusi untuk memperbaikinya.
     Salah satu pekerjaan yang dapat dilakukan dalam pemasaran adalah mengawasi lingkungan kompetisi untuk melihat tanda yang mengindikasikan adanya kesempatan bisnis sehingga dapat membantu manajer mengenali suatu permasalahan dan mengidentifikasi kesempatan untuk memperkaya usaha pemasaran. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasaran, antara lain :
  1. Distribusi yaitu kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan waktu ketika membutuhkan)
  2. Produk yang Bermutu, sebelum memasarkan sebaiknya dievaluasi dan diuji terlebih dahulu sehingga produk tersebut sesuai dengan harapan para konsumen. Pengujian tentang produk mengungkapkan kekuatan dan kelemahan dari produk tersebut. Selain itu juga dapat untuk menentukan apakah produk tersebut dapat bersaing dengan merek-merek pesaing.
  3. Harga yang Kompetitif, hampir sebagian besar perusahaan melakukan riset tentang penetapan harga. Perusahaan harus mempelajari bagaimana masyarakat memberikan respon terhadap harga produk kita.
  4. Promosi yang Gencar, promosi merupakan fungsi komunikasi dari perusahaan yang bertanggung jawab menginformasikan dan membujuk/mengajak pembeli agar tertarik membeli produk kita. Promosi bisa dilakukan dengan memasang iklan, memakai jasa sales promotion, dan sebagainya.




Sumber : Buku Menjelajahi Riset Pemasaran (William G. Zikmund)

Kamis, 20 November 2014

Pengertian Bisnis dan Hubungannya dengan Sumber Daya Manusia


* Bisnis berasal dari kata business/busy yang berarti sibuk.
* Bisnis mempunyai beberapa pengertian antara lain :
  • Bisnis adalah Serangkaian usaha yang dilakukan satu orang atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan.
  • Menurut Griffin & Eber, Bisnis merupakan Suatu Organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya dengan tujuan mendapatkan laba.
  • Dalam arti yang lebih luas, Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang atau organisasi yang menciptakan nilai (create values) melalui pembuatan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Kegiatan-kegiatan bisnis sebagai sebuah perusahaan atau organisasi yaitu,:
  1. Produksi adalah proses dalam menghasilkan barang dan jasa
  2. Keuangan adalah kegiatan mencari dana / modal yg dibutuhkan untuk melakukan bisnis
  3. Pemasaran adalah kegiatan untuk menginformasikan barang dan jasa untuk ditawarkan kepada konsumen
  4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kegiatan mencari tenaga kerja dan meningkatkan kemampuannya.
Bisnis memiliki beberapa Jenis antara lain:
  • Monopsoni yaitu keadaan dimana satu pelaku bisnis menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pelaku tunggal atas penjualan barang/jasa dalam suatu pasar komoditas. Misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) menguasai penjualan listrik di Indonesia.
  • Oligopoli yaitu keadaan dimana satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.
  • Oligopsoni yaitu keadaan dimana 2 atau lebih pelaku bisnis menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang /jasa dalam suatu pasar komoditas.
  • Monopoli yaitu suatu keadaan dimana hanya terdapat satu pelaku bisnis yang menguasai pasar.
Lingkungan Bisnis terbagi menjadi 2 yaitu :
  1. Lingkungan Internal yaitu Lingkungan yang memberikan pengaruh langsung kepada pelaku bisnis. Misalnya : konsumen, pekerja, pesaing, dan sebagainya
  2. Lingkungan Eksternal yaitu Lingkungan yang memberikan pengaruh tidak langsung kepada pelaku bisnis. Misalnya : dunia internasional, situasi politik dan ekonomi
     Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan bisnis adalah Sumber Daya Manusia atau Pekerja. Nilai tambah pekerja atas produk, biaya, ketersediaan dan kontrol selalu menjadi ulasan mendalam oleh para pelaku bisnis dan pemerintah. Sekarang banyak persoalan / masalah yang diakibatkan karena hubungan para pelaku bisnis dan para pekerjanya yang kurang baik. Banyak para pelaku bisnis yang memperlakukan pekerjanya sebagai suatu sumber daya yang diperoleh, dimanfaatkan, dan ditugaskan untuk menghasilkan keuntungan, sebagai tujuan akhir dalam bisnis. Apabila sumber daya tersebut telah selesai digunakan atau terlalu mahal maka pekerja tersebut akan dicampakkan dan diganti dengan yang baru. Untuk itu para pekerja dapat menolak untuk bekerja atau berpindah ke perusahaan yang lain dalam upaya mencari upah dan kesejahteraan yang lebih baik. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta pemerintah untuk bisa menjadi mediator yang baik.
     Tekanan yang cukup besar berada pada perusahaan internasional yang beroperasi di pasar baru. Perusahaan tersebut diminta membayar upah yang sebanding dengan upah di pasar industri. Pemerintah juga ditekan oleh para serikat pekerja untuk membuat undang-undang yang menjamin upah minimum bagi pekerja. Bahkan ketika perusahaan tersebut sudah membayar melebihi upah minimum lokal, mereka masih diwajibkan oleh para serikat pekerja untuk membayar lebih banyak lagi. Seharusnya sudah jelas bahwa upah pekerja yang rendah adalah salah satu daya tarik perusahaan yang berekspansi keluar. Hampir seluruhnya keinginan perusahaan yang mendorong mereka keluar negeri datang dari kebutuhan untuk menghindari pembayaran upah atas pekerja yang terlampau tinggi yang diwajibkan oleh pemerintah setempat. Debat atas perbedaan upah umumnya akan terus menjadi permasalahan dalam bisnis karena kedua belah pihak sama-sama menuntut untuk mendapatkan hasil yang maksimum.




Sumber : buku Memahami Ekonomi Internasional (Jeffrey E Curry)

Selasa, 18 November 2014

Strategi Bisnis Perusahaan dalam menghadapi Krisis


 
 
   Krisis Ekonomi yang berkepanjangan membuat sebagian besar perusahaan di Indonesia masih mengedepankan peningkatan efisiensi. Padahal, untuk bisa survive dan memenangkan persaingan di masa depan, mereka harus membuat strategi untuk mengantisipasi lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat.
       Ketidakstabilan politik, ketidakpastian ekonomi, rendahnya law enforcement, restrukturisasi perbankan dan sektor riil berjalan lamban serta rupiah yang terus terpuruk memang bisa membuat frustasi pelaku bisnis. Sebab, dalam kondisi seperti itu, masa depan bisnis juga ekonomi nyaris tak bisa diramal, sehingga mereka sulit melangkahkan kaki untuk mengembangkan bisnis. Tak dapat dipungkiri, tantangan ke depan yang dihadapi perusahaan di Indonesia tidaklah ringan. Meski sekedar mempertahankan pasar.
        Itu merupakan tantangan dari sisi makro. Dari sisi mikro (sektor bisnis), tantangan yang dihadapi pelaku bisnis juga tidak ringan. Sekarang, produk-produk luar negeri menjelajahi pasar dalam negeri karena adanya penurunan maupun penghapusan bea masuk impor. Jelas, ini ancaman bagi perusahaan yang belum mampu menghasilkan produk secara lebih efisien. Belum lagi hadirnya pemain-pemain baru yang memenetrasi pasar secara lebih agresif.
      Dengan tantangan yang lebih berat dan ancaman yang makin tinggi, tentu tak seharusnya para pelaku bisnis tak berdiam diri, menunggu keadaan membaik. Jika ini sampai dilakukan, sama halnya dengan menggali kubur sendiri. Apalagi masalah-masalah di bidang politik, ekonomi, dan hukum tidak akan terselesaikan dalam 2-3 tahun. Syukurlah, banyak perusahaan yang menyadarinya. Mereka menggelar sejumlah rencana strategis dengan tujuan mempertahankan atau bahkan meningkatkan pasarnya. Dan ini tidak hanya dilakukan saat mengalami kesulitan atau merebut pasar karena pangsa pasarnya yang masih kecil. Perusahaan yang posisinya di pasar sudah mapan dan bisnisnya tengah tumbuh meski di saat krisis-pun siap mengubah strategi bisnisnya.
    Tingkat kompetisi yang kian tinggi dan rendahnya daya beli masyarakat, memang mengharuskan perusahaan berupaya menekan segala biaya agar dapat menjual produk dengan harga yang terjangkau masyarakat, tetapi perusahaan masih tetap untung. Strategi bisnis lain yang banyak ditempuh perusahaan yaitu menjaga loyalitas dan mempertahankan pelanggan (customer loyalty). Ini banyak dilakukan perusahaan di industri penerbangan sipil, perhotelan, kosmetik, rumah sakit, asuransi, dll. Maklum, di sektor inilah umumnya terbentuk pelanggan yang loyal terhadap suatu merek. Perusahaan menjalankan strategi ini karena juga didorong oleh makin ketatnya kompetisi dan berkurangnya disposable income konsumen, sehingga mempertahankan pelanggan yang ada merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
     Strategi fokus atau refocusing business juga menjadi prioritas penting bagi sejumlah perusahaan. Ini dilakukan oleh perusahaan di industri perbankan, ritel elektronik, penerbangan sipil dan garmen. Tak menutup kemungkinan, perusahaan di industri lain melakukan hal yang sama. Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan profitabilitas (memperkecil overhead cost) sekaligus menekan cost of fund melalui peningkatan core capabilities yang sudah mereka miliki.
    Kemudian, mereposisi produk, juga merupakan strategi yang dipilih beberapa perusahaan untuk menghasilkan revenue dengan tidak meninggalkan kompetensi inti perusahaan. Strategi ini banyak dipakai oleh perusahaan di bisnis restoran. Sementara itu, meningkatkan pangsa pasar, merupakan strategi bisnis yang cukup banyak mendapat perhatian dari perusahaan di industri komunikasi, perhotelan, penerbangan sipil, dll. Caranya menggenjot promosi melalui iklan, refocusing business, mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas produk maupun membuka gerai baru.
    Berikutnya, penataan organisasi perusahaan, mencari dan menjaga tenaga kerja andal, meningkatkan kemampuan berinovasi, menyelaraskan karyawan dengan visi dan misi perusahaan dan melakukan akuisisi atau merger. Di luar itu, bisa jadi masih ada strategi lain yang ditempuh perusahaan untuk memenangkan persaingan di masa depan. Yang jelas, untuk eksis dan memenangkan persaingan di pentas bisnis masa depan, perusahaan tak cukup hanya menjalankan satu strategi bisnis saja, melainkan beberapa strategi yang saling terkait dan menunjang.
   Jika perusahaan yang bisnisnya masih tumbuh harus bergulat menyusun strategi bisnis untuk mengembangkan pasarnya, tentu perusahaan di industri yang tengah mengalami stagnasi harus berjuang lebih keras lagi. Di industri otomotif misalnya, strategi yang paling menonjol adalah menjaga loyalitas pelanggan. Untuk menjaga loyalitas dan mempertahankan pelanggan, peningkatan kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama bagi perusahaan tersebut.
    Apapun strategi yang dijalankan perusahaan, seyogyanya tidak sekedar untuk mengatasi kesulitan yg sedang membelitnya, baik karena faktor internal maupun eksternal. Namun, strategi tersebut harus diorientasikan untuk menciptakan masa depannya sendiri. Terobosan-terobosan baru di bidang produksi, tak pelak lagi memang diperlukan untuk memenangkan persaingan di masa depan. Bisa jadi, itu memerlukan dana yang tidak kecil untuk investasi di SDM, pemasaran, teknologi, dan sebagainya.
   Karena beratnya tantangan untuk memenangkan persaingan di masa depan sebaiknya perusahaan memfokuskan bisnisnya pada bisang tertentu yang menjadi kekuatannya. Ini memang sudah dilakukan sejumlah perusahaan, terutama pada saat krisis. Akan tetapi, perusahaan yang sekarang masih berjalan bagus perlu melakukan hal itu. Dengan bisnis yang terfokus, mereka bisa memastikan menjadi pemain yang serius di bidang itu. Juga, makin memudahkan pelaku bisnis melakukan hal terbaik untuk mempertahankan bisnisnya dari rongrongan pesaing.



Sumber : Majalah SWA Sembada


Kamis, 13 November 2014

DAMPAK INFLASI TERHADAP BISNIS





Apa itu Inflasi....????

Inflasi adalah kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus.
Dalam pengertian yg lain Inflasi dapat didefinisikan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yg secara umum dikonsumsi rumah tangga.

Mengapa tingkat Inflasi harus dikendalikan....???

Penurunan inflasi secara bertahap sangat penting dan akan membawa manfaat antara lain :
* Akan menghindarkan penerapan kebijakan moneter yg terlampau ketat yg dapat berdampak buruk bagi proses pemulihan ekonomi.
* Target inflasi yg ditetapkan akan menjadi realistis.
* Tingkat inflasi yg tinggi dan sekaligus berfluktuasi memiliki biaya yg sangat mahal dalam perekonomian.

Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia memandang penting terciptanya kestabilan harga, karena inflasi yg tinggi dan tidak stabil akan memberikan dampak negatif antara lain :
1. Inflasi yg tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga menyebabkan banyaknya masyarakat miskin.
2. Inflasi yg tidak stabil akan menciptakan ketidakstabilan bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan sehingga akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
3. Tingkat inflasi domestik yg tinggi dibandingkan dengan tingkat inflasi mancanegara akan menyebabkan tingkat bunga riil domestik menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.

Berdasarkan Karakteristiknya Inflasi dapat disebabkan baik dari sisi permintaan, sisi penawaran maupun ekspektasi. Secara umum Inflasi terdiri dari :
    1. Inflasi Inti (Core Inflation) yaitu inflasi barang dan jasa yg perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum, misalnya nilai tukar, keseimbangan permintaan dan penawaran
    2. Inflasi harga Administrasi (Administered Price Inflation) yaitu Inflasi yg harganya diatur oleh pemerintah, misalnya kenaikan harga BBM, kenaikan TDL.
    3. Inflasi Gejolak Barang (Volatile Goods Inflation) yaitu Inflasi yg perkembangan harganya sangat bergejolak, misalnya inflasi bahan makanan pokok yg bergejolak karena diakibatkan gagal panen, bencana alam, dll.
    4. Inflasi IHK atau sering disebut Inflasi umum (Headline Inflation) yaitu Inflasi seluruh barang dan jasa yg dimonitor harganya secara periodik.
Inflasi identik dengan hantu yg menakutkan karena inflasi yg ditandai dengan melambungnya harga-harga barang terutama barang kebutuhan pokok masyarakat, jelas akan memberatkan anggaran belanja mereka.
Para Ekonom sepakat bahwa kelompok masyarakat yg berpendapatan tetap, misalnya PNS, karyawan, buruh, merupakan pihak yg paling menderita akibat inflasi tersebut. Meskipun demikian, Inflasi juga menakutkan kalangan Usaha (Pebisnis). Kalangan pengusaha produk makanan dan minuman mengakui, jika angka inflasi terus meningkat maka angka penjualan mereka akan merosot sedangkan harga bahan baku meningkat. Beban produksinya meningkat tetapi pendapatan perusahaan menurun drastis karena konsumen  akan mengurangi belanja mereka. Jika hal ini terjadi maka dampaknya akan luas. Produksi turun, keuntungan turun sehingga para pelaku bisnis yg mempunyai modal pas-pasan sulit untuk mempertahankan bisnisnya alias gulung tikar.


sumber : Buku Ekonomi Moneter (Dr. M. Natsir)

Senin, 03 November 2014

Pengaruh Pajak di Dunia Bisnis


Pajak merupakan kewajiban segenap lapisan masyarakat baik melalui entitas usahanya maupun secara individual sebagai wajib pajak orang pribadi. Pajak memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu bangsa. Sebagian besar negara di dunia menggantungkan penerimaannya dari pajak. Dalam perkonomian, pajak berperan sesuai fungsi utama pajak yaitu fungsi budgeter & fungsi regulerend.

* fungsi budgeter artinya pajak menjadi salah satu sumber penerimaan negara untuk membiayai kegiatan pemerintah & pembangunan
* fungsi regulerend artinya mengatur dalam rangka mempercepat terciptanya kesejahteraan umum
Di sisi lain pemerintah membutuhkan pemasukan dari sektor pajak untuk membiayai berbagai keperluan negara. Untuk itu pemerintah membutuhkan sistem peraturan pajak yang menjamin terpenuhinya penerimaan pajak yang dibutuhkan oleh pemerintah. Ditinjau dari sisi ekonomi mikro, pajak akan menjadi beban bagi para pelaku bisnis. Pajak akan berdampak pada berkurangnya keuntungan perusahaan. Oleh karena itu pajak akan menjadi hal yang sebisa mungkin dihindari dengan cara-cara yang legal. Bahkan tidak jarang para pelaku bisnis / wajib pajak melakukan penggelapan pajak dengan cara yang melanggar aturan (ilegal).
Pengusaha akan menjadikan pajak sebagai realitas bisnis yang tidak bisa dihindari. Setiap transaksi yang melibatkan uang, barang atau jasa selalu harus dikaji aspek perpajakannya. Dalam prakteknya tidak jarang pajak menjadi beban yang sangat signifikan dalam bisnis. Hal ini disebabkan adanya berbagai macam sanksi perpajakan baik berupa bunga, denda, maupun kenaikan. Apalagi kalau pajak-pajak yang tidak terbayar tersebut telah terakumulasi untuk beberapa tahun sekaligus.
Proses penetapan pajak tersebut biasanya melalui pemeriksaan pajak yang hasilnya berupa surat ketetapan pajak. Secara umum, pemeriksaan ini bertujuan untuk menguji kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan yang dijalankan oleh wajib pajak. Bagi masyarakat bisnis, pemeriksaan pajak merupakan ajang pembuktian bahwa wajib pajak telah melakukan kewajiban pajaknya dengan baik & benar. Jadi secara mikro, pajak berpengaruh langsung kepada besarnya laba/rugi yang diperoleh wajib pajak karena setiap aliran uang, barang maupun jasa.
Peranan pajak dalam APBN semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan oleh pemerintah juga disebabkan oleh tingginya beban utang luar negri yang harus dicicil oleh pemerintah. Peningkatan tersebut tentu akan membebani perekonomian negara baik langsung maupun tidak langsung. Bila beban bertambah maka investasi juga akan terhambat pertumbuhannya. Para investor akan bertimbang dalam melakukan investasinya di Indonesia dan akan memperparah tingginya pengangguran di Indonesia.
Masyarakat bisnis tentu sadar bahwa beban penerimaan pajak yang tinggi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya. Siapa lagi yang akan membayar pajak tersebut kalau bukan masyarakat bisnis pada khususnya. Ibarat pepatah mengatakan "ada gula, ada semut." artinya dimana ada bisnis di situ pasti ada pajak. Akan tetapi mereka pasti berharap Ditjen Pajak tidak membabi buta & mengeluarkan kebijakan yang merugikan kalangan bisnis





*sumber Majalah Indonesian Tax Review