Inflasi adalah kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus.
Dalam pengertian yg lain Inflasi dapat didefinisikan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yg secara umum dikonsumsi rumah tangga.
Mengapa tingkat Inflasi harus dikendalikan....???
Penurunan inflasi secara bertahap sangat penting dan akan membawa manfaat antara lain :
* Akan menghindarkan penerapan kebijakan moneter yg terlampau ketat yg dapat berdampak buruk bagi proses pemulihan ekonomi.
* Target inflasi yg ditetapkan akan menjadi realistis.
* Tingkat inflasi yg tinggi dan sekaligus berfluktuasi memiliki biaya yg sangat mahal dalam perekonomian.
Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia memandang penting terciptanya kestabilan harga, karena inflasi yg tinggi dan tidak stabil akan memberikan dampak negatif antara lain :
1. Inflasi yg tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga menyebabkan banyaknya masyarakat miskin.
2. Inflasi yg tidak stabil akan menciptakan ketidakstabilan bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan sehingga akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
3. Tingkat inflasi domestik yg tinggi dibandingkan dengan tingkat inflasi mancanegara akan menyebabkan tingkat bunga riil domestik menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.
Berdasarkan Karakteristiknya Inflasi dapat disebabkan baik dari sisi permintaan, sisi penawaran maupun ekspektasi. Secara umum Inflasi terdiri dari :
1. Inflasi Inti (Core Inflation) yaitu inflasi barang dan jasa yg perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum, misalnya nilai tukar, keseimbangan permintaan dan penawaran
2. Inflasi harga Administrasi (Administered Price Inflation) yaitu Inflasi yg harganya diatur oleh pemerintah, misalnya kenaikan harga BBM, kenaikan TDL.
3. Inflasi Gejolak Barang (Volatile Goods Inflation) yaitu Inflasi yg perkembangan harganya sangat bergejolak, misalnya inflasi bahan makanan pokok yg bergejolak karena diakibatkan gagal panen, bencana alam, dll.
4. Inflasi IHK atau sering disebut Inflasi umum (Headline Inflation) yaitu Inflasi seluruh barang dan jasa yg dimonitor harganya secara periodik.
Inflasi identik dengan hantu yg menakutkan karena inflasi yg ditandai dengan melambungnya harga-harga barang terutama barang kebutuhan pokok masyarakat, jelas akan memberatkan anggaran belanja mereka.
Para Ekonom sepakat bahwa kelompok masyarakat yg berpendapatan tetap, misalnya PNS, karyawan, buruh, merupakan pihak yg paling menderita akibat inflasi tersebut. Meskipun demikian, Inflasi juga menakutkan kalangan Usaha (Pebisnis). Kalangan pengusaha produk makanan dan minuman mengakui, jika angka inflasi terus meningkat maka angka penjualan mereka akan merosot sedangkan harga bahan baku meningkat. Beban produksinya meningkat tetapi pendapatan perusahaan menurun drastis karena konsumen akan mengurangi belanja mereka. Jika hal ini terjadi maka dampaknya akan luas. Produksi turun, keuntungan turun sehingga para pelaku bisnis yg mempunyai modal pas-pasan sulit untuk mempertahankan bisnisnya alias gulung tikar.
sumber : Buku Ekonomi Moneter (Dr. M. Natsir)

Artikel yang sangat menarik, https://www.cekaja.com/info/jenis-energi-alternatif-beserta-kelebihannya
BalasHapus