Kamis, 01 Januari 2015

Manajemen Risiko dalam Bisnis



      Pertumbuhan bisnis suatu usaha yang kita jalankan tidak lepas dari ketidakpastian, baik yang menghasilkan keuntungan maupun yang berdampak pada kerugian atau hilangnya kesempatan mendapatkan keuntungan. Saat membuat perencanaan strategis, kita harus dapat memetakan ancaman kondisi eksternal yang dapat menghambat pencapaian sasaran bisnis kita dan membuat strategi untuk mengatasinya. Dalam mengidentifikasi ancaman dari kondisi eksternal tersebut, tidak semua kemungkinan terjadinya kerugian dapat diidentifikasi sebagai ancaman karena akan mengakibatkan strategi dan sumber daya yang kita gunakan akan terbuang dan tidak fokus untuk menangani beragam ancaman.

      Proses manajemen risiko meliputi identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, perlakuan terhadap risiko dan pengawasan risiko. Dengan melakukan penilaian dan klasifikasi risiko tersebut maka akan mudah bagi kita untuk mengelola dan menanganinya sesuai dengan proporsinya. Proses manajemen risiko membangun dasar kebijakan penanganan risiko sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita. Penanganan risiko bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dari sisi dampaknya maupun kemungkinan terjadinya.

Secara umum risiko yang akan kita hadapi dalam menjalankan sebuah bisnis mencakup risiko keuangan dan risiko operasional. Setiap orang menyadari keberadaan risiko keuangan karena akan berdampak pada potensi kerugian uang. Namun banyak orang tidak memahami pentingnya manajemen risiko operasional.

Risiko Keuangan

Risiko keuangan adalah risiko yang terkait dengan kejadian yang berdampak pada keuangan perusahaan, seperti risiko pasar dan risiko likuiditas.
Risiko Pasar adalah risiko yang terjadi akibat pergerakan harga pasar yang berdampak pada keuangan perusahaan mencakup naik turunnya suku bunga, kurs mata uang, harga saham dan harga komoditas.
Risiko Likuiditas adalah risiko yang berdampak pada kemampuan pendanaan dan memenuhi kewajiban pembayaran.

Risiko Operasional

Risiko Operasional adalah risiko yang berdampak pada hasil-hasil proses bisnis sehingga tidak sesuai dengan target yang diharapkan.
Risiko Operasional terkait dengan risiko kehilangan dan kerugian akibat kegagalan proses, personel, sistem serta kejadian eksternal seperti bencana atau kecelakaan.

Proses Manajemen Risiko

Manajemen Risiko adalah suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi. Secara praktis manajemen risiko merupakan proteksi ekonomis terhadap kerugian yang mungkin timbul atas aset dan pendapatan suatu perusahaan.

Identifikasi Risiko 
Identifikasi risiko dilakukan dengan menentukan sasaran kinerja, menentukan aktifitas-aktifitas untuk pencapaiannya, potensi risiko dan sumber/penyebab risiko.
Tujuan Identifikasi risiko yaitu untuk membuat daftar potensi risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran

Analisis Dampak
Tiap-tiap risiko mempunyai dampak yang berbeda-beda. Ada risiko yang hanya berpotensi menyebabkan kerugian yg relatif kecil (misalnya pencurian salah satu produk) dan risiko yang berpotensi menyebabkan hilangnya kemampuan produksi (misalnya kebakaran).
Untuk membedakan dampak berbagai risiko tersebut maka perlu dibuat tingkat dampak risiko sehingga akan mempermudah pengelolaan risiko.

Analisis Kemungkinan
 Suatu risiko belum tentu terwujud menjadi suatu kejadian. Ada risiko yang kemungkinan besar tidak terjadi dan risiko yang terjadi berulang-ulang. Oleh karena itu, agar suatu risiko lebih mudah dikelola perlu dibuat tingkatan kemungkinan terjadinya suatu risiko.

Penilaian Risiko
Penilaian tinggi rendahnya suatu risiko berdasarkan pada dampak yang ditimbulkan dan tingkat kemungkinan terjadinya. Suatu risiko tinggi tidak hanya bersumber dari timbulnya kejadian yg berdampak kerugian besar tetapi suatu kejadian yang bernilai kerugian sedang tapi sering terjadi juga merupakan suatu risiko tinggi.

Perlakuan terhadap Risiko
Setelah potensi risiko diidentifikasi dan dinilai tingkat risikonya, maka perlu diambil keputusan bagaimana memperlakukan risiko tersebut. Alternatif perlakuan terhadap risiko antara lain :Memindahkan risiko, mengurangi risiko, membiarkan risiko dan menerima risiko.

Pengawasan Risiko
Setelah risiko teridentifikasi, terukur dan dipilih tindakan perlakuan setiap risiko, selanjutnya dilakukan pengawasan terhadap implementasinya. Pengawasan difokuskan pada hasil perlakuan risiko terhadap perubahan tingkat risiko. Perlu dipastikan dampak dari perlakuan risiko terhadap risiko tersebut, apakah setelah dilakukan mitigasi risiko terjadi penurunan tingkat risiko dengan memperhatikan penurunan tingkat frekuensi kejadian dan dampak yang diakibatkan.
Misalnya apakah setelah dilakukan pemeliharaan secara harian maka frekuensi mesin produksi terhenti secara tiba-tiba dapat menurun dari setiap mingguan menjadi setiap bulanan (terjadi perubahan atau tidak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar