Kamis, 14 Januari 2016

Koperasi di Indonesia dan Contoh Koperasi Sukses

       Jumlah koperasi di Indonesia lebih dari 200 ribu koperasi. Jumlah tersebut akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjadi anggota koperasi. Koperasi dapat menjadi wadah yang tepat bagi upaya perberdayaan rakyat di Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi anggota, koperasi juga berperan dalam upaya pemerataan hasil-hasil pembangunan. Sebelum mendirikan koperasi, sebaiknya didahului dengan penyuluhan tentang perkoperasian agar kelompok masyarakat yang ingin mendirikan koperasi memahami tentang perkoperasian. Pendidikan anggota juga perlu dilakukan untuk mewujudkan koperasi yang kuat, mandiri dan tangguh. Eksistensi suatu koperasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi pengurus, pengawas, struktur modal dan loyalitas anggota koperasi.

       Di Indonesia banyak koperasi yang meraih kesuksesan. Pada November 2015 lalu, sebanyak 10 koperasi simpan pinjam yang berhasil meraih KSP Award 2015 dari Kementerian Koperasi. “Kehadiran KSP itu amat penting dalam pengembangan pelaku UMKM. Oleh karena itu, kita berkewajiban untuk memberikan apresiasi untuk kinerja KSP yang bagus.” (Choirul Jamhari, 2015, dari http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1581:10-koperasi-raih-ksp-award-2015&catid=50:bind-berita&Itemid=97, 14 Januari 2016). Salah satu koperasi yang berhasil mendapatkan KSP Award adalah Kospin Jasa Pekalongan. Koperasi ini didirikan pada tahun 1973. Koperasi ini didirikan oleh beberapa tokoh yang berlainan etnis yaitu etnis Jawa, Tiongkok, dan Arab. Pertama kali berdiri, Kospin Jasa Pekalongan ini hanya berbekal modal sebesar 4 juta dan menempati kantor yang seadanya.

       Tidak mudah mempertahankan koperasi hingga 42 tahun. Namun hal ini bisa dibuktikan oleh Kospin Jasa dengan strategi dan pola kepemimpinan Andy Arslan Djunaid selaku ketua umum Kospin Jasa. Seperti yang diutarakan oleh Andy Arslan di Tribunnews.com (http://jateng.tribunnews.com/2015/01/12/kisah-sukses-andy-arslan-djunaid-kembangkan-koperasi-simpan-pinjam?page=2), agar tujuan koperasi ini tercapai, kami menerapkan Operasi Sapu Lidi. Dalam menjalankan sistem ini semua karyawan dari atas hingga ke bawah berada dalam satu komando. Pengurus bertindak sebagai pembuat peraturan dan pengawas berkaitan dengan pengorganisasian.

       Kini, Kospin Jasa Pekalongan memiliki aset 4,6 Triliun dan memiliki 117 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Cita-cita awal para pendiri yang menginginkan Kospin Jasa ada di setiap provinsi akan terpenuhi. Saat ini, yang menjadi fokus utama adalah membangun infrastruktur. Menurut Andy Arslan di Tribunnews.com (http://jateng.tribunnews.com/2015/01/12/begini-strategi-andy-arslan-djunaid-hadapi-persaingan-global) mengatakan bahwa apabila perusahaan ingin terus bertahan bahkan berkembang, dibutuhkan minimal empat pilar (pondasi). Keempat pondasi tersebut adalah sumber daya manusia (SDM), teknologi, jaringan, dan loyalitas. Keempat pilar tersebut akan semakin lengkap dengan didukung oleh manajemen keuangan yang baik.


Daftar Pustaka :

1.http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1581:10-koperasi-raih-ksp-award-2015&catid=50:bind-berita&Itemid=97 (diakses 14 Januari 2016)

2.http://jateng.tribunnews.com/2015/01/12/kisah-sukses-andy-arslan-djunaid-kembangkan-koperasi-simpan-pinjam?page=2 (diakses 14 Januari 2016)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar